Langsung ke konten utama

PENERAPAN DIAGRAM SIMPAL KAUSAL (CLD) OLEH ABYAN M YASSAR PDS5B23

 Assalamualaikum Wr Wb


Nama : Abyan Muhammad Yassar

NIM : 2103015102


Contoh Penerapan Diagram Simpal Kausal (CLD)

    Diagram Simpal Kausal (CLD) atau Casual Loop Diagram adalah alat visual yang digunakan untuk menggambarkan hubungan kausal antara faktor-faktor yang saling terkait dalam suatu sistem. Diagram ini membantu dalam memahami bagaimana perubahan dalam satu variabel dapat mempengaruhi variabel lainnya dalam jangka waktu tertentu. CLD sering digunakan dalam studi sistem dan analisis dinamika sistem.

    Berdasarkan jurnal (Kholil M., 2007) dapat dipelajari penggunaan diagram Simpal Kausal untuk menghubungkan antara variabelvariabel yang membentuk model dalam sistem perikanan. Dasar pembuatan model mental yang direpresentasikan dalam bentuk diagram simpal kausal ini adalah kondisi nyata keadaan perikanan yang ada di Kabupaten Konawe Selatan.

    Dari diagram simpal kausal (CLD) kondisi perikanan yang ada di Kabupaten Konawe Selatan yang telah dibuat, maka model sistem perikanan Kabupaten Konawea Selatan dibagi menjadi 4 Sub Sistem, yaitu:

  • Sub Sistem Pasar
  • Sub Sistem Konsumsi
  • Sub Sistem Jumlah Tangkapan
  • Sub Sistem SDM

Sub Model Pasar/Penjualan
    Sub model pasar yang terdiri dari Stock (Level) dan Flow (Aliran) atau sebelumnya disebut Rate konsumen rumah tangga yang dipengaruhi oleh jumlah konsumen rumah tangga, dan jumlah tangkapan, industri pengolahan dan regulasi dari Pemda Kabupaten Konawea. Pada sub model Pasar ini penulis membatasi hanya pada hasil perikanan yang berupa hasil tangkapan dilaut, tidak termasuk budidaya perikanan yang lain.
Sub Model Konsumen Rumah Tangga
    Dalam sub model ini, jumlah ikan yang dikonsumsi oleh Rumah Tangga dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti jumlah Rumah Tangga dan harga ikan. Hal ini mencerminkan hubungan antara variabel-variabel tersebut dalam konteks konsumsi ikan oleh Rumah Tangga. Konsumen rumah tangga merupakan salah satu tipe konsumen yang melakukan tindakan guna mencapai dan memenuhi kebutuhannya dalam penggunaan, pengkonsumsian, maupun penghabisan barang dan jasa.
Sub Model Jumlah Tangkapan
    Sub Sistem Jumlah Tangkapan dalam model sistem perikanan Kabupaten Konawe Selatan menggambarkan bahwa jumlah tangkapan sebagai Stock (Level) dipengaruhi oleh laju penangkapan ikan yang merupakan Flow (Aliran). Laju penangkapan ikan dipengaruhi oleh potensi kelautan, alat tangkap, dan sumber daya manusia yang kompeten. Jumlah tangkapan akan mempengaruhi industri pengolahan ikan.
Sub Model SDM
    Dalam sub sistem ini, jumlah penduduk di Kabupaten Konawea Selatan dianggap sebagai Stock (Level) dan dipengaruhi oleh faktor seperti imigrasi dan emigrasi. Emigrasi penduduk terjadi karena kesulitan mendapatkan penghasilan yang layak, sementara banyak pekerja pendatang menetap dan menjadi penduduk permanen di wilayah ini karena Kabupaten Konawea Selatan merupakan Kota Kabupaten baru.
Diagram Simpal Kausal Keseluruhan
Soal serta Jawaban!

1.  Apa itu Casual Loop Diagram (CLD) dan bagaimana CLD membantu dalam studi sistem dan analisis dinamika sistem?
Jawaban: Casual Loop Diagram (CLD) adalah alat visual yang digunakan untuk menggambarkan hubungan kausal antara faktor-faktor yang saling terkait dalam suatu sistem. CLD membantu dalam memahami bagaimana perubahan dalam satu variabel dapat mempengaruhi variabel lainnya dalam jangka waktu tertentu. CLD sering digunakan dalam studi sistem dan analisis dinamika sistem untuk memahami struktur kausal suatu sistem.

2. Apa yang dimaksud dengan Subsistem dalam konteks Casual Loop Diagram (CLD) dan bagaimana Subsistem dibagi dalam studi kasus perikanan di Kabupaten Konawe Selatan?
Jawaban: Subsistem dalam CLD adalah bagian-bagian yang memecah sistem menjadi komponen-komponen yang lebih kecil. Dalam studi kasus perikanan di Kabupaten Konawe Selatan, terdapat 4 Subsistem: Pasar, Konsumsi, Jumlah Tangkapan, dan SDM.

3. Bagaimana Sub Model Konsumen Rumah Tangga (ikan) dalam CLD perikanan Kabupaten Konawe Selatan dibangun?
Jawaban: Sub Model Konsumen Rumah Tangga dibangun dari Stock Konsumen Rumah Tangga yang dipengaruhi oleh laju konsumen RT. Laju konsumsi ditentukan oleh jumlah Rumah Tangga dan harga ikan.

4. Apa yang menjadi fokus dari Sub Sistem Pasar dalam Diagram Simpal Kausal perikanan di Kabupaten Konawe Selatan?
Jawaban: Sub Sistem Pasar dalam Diagram Simpal Kausal berfokus pada model pasar atau penjualan hasil tangkapan perikanan di Kabupaten Konawe Selatan. Ini mempertimbangkan variabel seperti jumlah konsumen rumah tangga, jumlah tangkapan, industri pengolahan, dan regulasi dari Pemerintah Daerah. Penekanannya pada hasil tangkapan laut tanpa memasukkan budidaya perikanan lainnya.

5. Bagaimana laju konsumsi dalam Sub Model Pasar memengaruhi pendapatan asli daerah dan Produk Domestik Bruto (PDRB)?
Jawaban: Laju konsumsi dalam Sub Model Pasar memengaruhi pendapatan asli daerah dan PDRB karena besarnya pasar sektor perikanan akan meningkatkan pendapatan asli daerah melalui restribusi/pajak yang dibebankan pada hasil penjualan. Peningkatan ini sejalan dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDRB) daerah tersebut.

6. Apa yang dimaksud dengan Sub Model SDM dalam konteks diagram Simpal Kausal?
Jawaban: Sub Model SDM (Sumber Daya Manusia) menggambarkan populasi penduduk di Kabupaten Konawe Selatan. Hal ini didasarkan pada laju kelahiran, kematian, imigrasi, dan emigrasi. Pertumbuhan atau penurunan populasi dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut, yang juga memiliki dampak pada komposisi dan dinamika sosial ekonomi di wilayah tersebut.

7. Apa yang menjadi perhatian utama dalam Sub Model Konsumen Rumah Tangga dan bagaimana harga ikan dapat mempengaruhi jumlah konsumen rumah tangga?
Jawaban: Perhatian utama dalam Sub Model Konsumen Rumah Tangga adalah jumlah konsumen rumah tangga, dipengaruhi oleh jumlah rumah tangga dan harga ikan.

8. Bagaimana potensi kelautan, alat tangkap, dan sumber daya manusia berkompeten memengaruhi Sub Sistem Jumlah Tangkapan?
Jawaban: Potensi kelautan, alat tangkap, dan sumber daya manusia yang kompeten memengaruhi laju penangkapan ikan dalam Sub Sistem Jumlah Tangkapan.

9. Bagaimana laju konsumsi memengaruhi pasar dalam Sub Model Pasar, dan apa konsekuensinya terhadap pendapatan asli daerah (PAD)?
Jawaban: Laju konsumsi, dipengaruhi oleh konsumen rumah tangga dan permintaan industri pengolahan, memengaruhi pasar dalam Sub Model Pasar. Konsekuensinya, peningkatan laju konsumsi dapat meningkatkan PAD melalui restribusi/pajak hasil penjualan.

10.  Mengapa emigrasi penduduk dapat mempengaruhi jumlah penduduk dalam Sub Model SDM?
Jawaban: Emigrasi penduduk dapat mempengaruhi jumlah penduduk karena orang yang mengalami kesulitan mendapatkan penghasilan yang layak cenderung meninggalkan wilayah tersebut. Sebaliknya, penduduk yang datang dan menetap dapat menambah jumlah penduduk di wilayah tersebut.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kriptografi dan Keamanan Informasi 4C oleh: Abyan Muhammad Yassar

Assalamualaikum Wr. Wb.   Kriptografi Klasik Cipher di dalam kriptografi klasik disusun oleh dua teknik dasar: 1. Teknik substitusi: mengganti huruf plainteks dengan huruf cipherteks 2. Teknik transpotasi: mengubah susunan/posisi huruf plainteks ke posisi lainnya Oleh karena itu, dikenal dengan dua macam chiper di dalam Kriptografi klasik: 1. Cipher Substitusi (Substitution Ciphers) 2. Cipher Transpotasi (Transposition Ciphers) Cipher Substitusi Contoh: Caesar Cipher, tiap huruf alfabet digeser 3 huruf ke kanan Contoh: - Plainteks: awasi asterix dan temannya obelix                  -  DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA Supaya lebih aman, cipherteks dikelompokkan ke dalam kelompok n-huruf, misalnya kelompok 4-huruf: Semula: DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA  Menjadi: DZDV LDVW HULA GDQW HPDQ QBAR EHOL A Plainteks: awasi asterix dan temannya obelix - p1 = ‘a’ = 0 → c1 = E(0) = (0 + 3) mod 26 = 3 = ‘D’ - p2 = ‘w’ = 22 → c...

Contoh Simulasi Berbasis Software Powersim oleh Abyan Muhammad Yassar PDS5B23

 Assalamualaikum Wr. Wb Nama : Abyan Muhammad Yassar NIM : 2103015102 Mata Kuliah Pemodelan dan Simulasi Contoh Simulasi Berbasis Softaware Powersim Perangkat Lunak Simulasi Untuk melakukan simulasi dari sebuah model, diperlukan perangkat lunak (software) yang secara cepat dapat melihat perilaku dari model yang telah dibuat. Ada berbagai macam perangkat lunak yang dapat digunakan untuk keperluan ini, seperti Vensim, Dynamo, Ithink, Stella dan Power Simulation. Perangkat lunak simulasi memainkan peran penting dalam analisis dan pemodelan sistem kompleks. Dalam konteks simulasi berbasis perangkat lunak Powersim, ada beberapa pilihan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membantu memahami perilaku model yang telah dibuat. Salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan adalah Vensim, yang memungkinkan pengguna untuk membuat model dinamis berbasis sistem persamaan diferensial. Dynamo adalah perangkat lunak simulasi lainnya yang menawarkan kemampuan untuk memodelkan dan mensimula...

Tugas 7 [Dyass/2103015102] : Sistem Operasi

  Assalamualaikum Wr. Wb Nama : Abyan Muhammad Yassar NIM : 2103015102 Prodi : Teknik Informatika SISTEM BILANGAN DAN KODE Definisi sistem bilangan :  Bilangan ialah suatu jumlah dan suku-suku angka. Dimana tiap suku angka adalah merupakan hasil perkalian antara angka dengan hasil perpangkatan  dan bilangan dasar. Sistem Dasar Bilangan Sepuluh (Desimal) Yaitu sistem bilangan yang biasa kita pakai, dimana menggunakan kombinasi angka-angka dan not sampai  dengan sembilan. Sistem Bilangan Dasar Dua (Sistem Binair) Mempunyai bilangan dasar (base) = 2, karena hanya mengenal 2 notasi yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan dasar dua ini dibentuk dengan kombinasi dari dua notasi diatas. Digunakan untuk perhitungan didalam komputer. Sistem Dasar Bilangan Enam Belas (Sistem Heksadesimal) Mempunyai bilangan dasar (base) = 16. Kombinasi dari system bilangan heksadesimal ini dibentuk dari bilangan 0 sampai 9 dan abjad A sampai F. Sistem Dasar Bilangan Delapan (Sistem Okatadesimal) Mempun...