Langsung ke konten utama

Tugas 7 [Dyass/2103015102] : Sistem Operasi

 Assalamualaikum Wr. Wb


Nama : Abyan Muhammad Yassar

NIM : 2103015102

Prodi : Teknik Informatika


SISTEM BILANGAN DAN KODE



Definisi sistem bilangan : 

Bilangan ialah suatu jumlah dan suku-suku angka. Dimana tiap suku angka adalah merupakan hasil perkalian antara angka dengan hasil perpangkatan  dan bilangan dasar.

Sistem Dasar Bilangan Sepuluh (Desimal)

Yaitu sistem bilangan yang biasa kita pakai, dimana menggunakan kombinasi angka-angka dan not sampai  dengan sembilan.

Sistem Bilangan Dasar Dua (Sistem Binair)


Mempunyai bilangan dasar (base) = 2, karena hanya mengenal 2 notasi yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan dasar dua ini dibentuk dengan kombinasi dari dua notasi diatas. Digunakan untuk perhitungan didalam komputer.


Sistem Dasar Bilangan Enam Belas (Sistem Heksadesimal)

Mempunyai bilangan dasar (base) = 16. Kombinasi dari system bilangan heksadesimal ini dibentuk dari bilangan 0 sampai 9 dan abjad A sampai F.


Sistem Dasar Bilangan Delapan (Sistem Okatadesimal)

Mempunyai bilangan dasar (base) = 8.Kombinasi dari system bilangan oktadesimal ini dibentuk dari bilangan 0 sampai 7.


Konversi Radiks-r ke Desimal

Rumus konversi radiks-r ke desimal:



- 1101= (1´23)  +  (1´22)  +  (1´20)

              = 8 + 4 + 1 =  1310


Konversi Bilangan Desimal ke Biner

Konversi bilangan desimal bulat ke bilangan Biner: Gunakan pembagian dgn 2 secara suksesif sampai sisanya = 0.

- Contoh: Konversi 17910  ke biner:

     179 / 2 = 89 sisa 1  

              / 2 = 44 sisa 1

                / 2 = 22 sisa 0

                    / 2 = 11 sisa 0

                      / 2 = 5 sisa 1

                          / 2 = 2 sisa 1

                             / 2 = 1 sisa 0

                                / 2 = 0 sisa 1


->17910  =  101100112

Konversi Bilangan Desimal ke Oktal

Konversi bilangan desimal bulat ke bilangan oktal: Gunakan pembagian dgn 8 secara suksesif sampai sisanya = 0.


- Contoh: Konversi 17910  ke oktal:

     179 / 8 = 22 sisa 3

                    / 8 = 2 sisa 6

                            / 8 = 0 sisa 2

-> 17910  =  2638

Konversi Bilangan Desimal ke Hexadesimal

Konversi bilangan desimal bulat ke bilangan hexadesimal: Gunakan pembagian dgn 16 secara suksesif sampai sisanya = 0.


- Contoh: Konersi 17910  ke hexadesimal:

     179 / 16 = 11 sisa 3   (LSB)

                    / 16 = 0 sisa 11 (dalam bilangan hexadesimal berarti B)

   -> 17910  =  B316


Konversi Bilangan Oktal ke Biner

Sebaliknya untuk mengkonversi Bilangan Oktal ke Biner yang harus dilakukan adalah terjemahkan setiap digit bilangan oktal ke 3 digit bilangan biner


Contoh Konversikan 2638 ke bilangan biner.

Jawab:  2   6  3 010   110   011

Jadi 2638 = 010110011Karena 0 didepan tidak ada artinya kita bisa menuliskan 10110011 2

Konversi Bilangan Biner ke Hexadesimal

Untuk mengkonversi bilangan biner ke bilangan hexadesimal, lakukan pengelompokan 4 digit bilangan biner dari posisi kanan


Contoh: konversikan 10110011 2 ke bilangan Hex

Jawab : 1011  0011

B         3

Jadi 101100112 = B316


Konversi Bilangan Hexadesimal ke Biner

Sebaliknya untuk mengkonversi Bilangan Hexadesimal ke Biner yang harus dilakukan adalah terjemahkan setiap digit bilangan Hexadesimal ke 4 digit bilangan biner


Contoh Konversikan B316 ke bilangan biner.

Jawab:  B    3

1011   0011

     Jadi B316 = 10110011


Sumber Tugas



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kriptografi dan Keamanan Informasi 4C oleh: Abyan Muhammad Yassar

Assalamualaikum Wr. Wb.   Kriptografi Klasik Cipher di dalam kriptografi klasik disusun oleh dua teknik dasar: 1. Teknik substitusi: mengganti huruf plainteks dengan huruf cipherteks 2. Teknik transpotasi: mengubah susunan/posisi huruf plainteks ke posisi lainnya Oleh karena itu, dikenal dengan dua macam chiper di dalam Kriptografi klasik: 1. Cipher Substitusi (Substitution Ciphers) 2. Cipher Transpotasi (Transposition Ciphers) Cipher Substitusi Contoh: Caesar Cipher, tiap huruf alfabet digeser 3 huruf ke kanan Contoh: - Plainteks: awasi asterix dan temannya obelix                  -  DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA Supaya lebih aman, cipherteks dikelompokkan ke dalam kelompok n-huruf, misalnya kelompok 4-huruf: Semula: DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA  Menjadi: DZDV LDVW HULA GDQW HPDQ QBAR EHOL A Plainteks: awasi asterix dan temannya obelix - p1 = ‘a’ = 0 → c1 = E(0) = (0 + 3) mod 26 = 3 = ‘D’ - p2 = ‘w’ = 22 → c...

Contoh Simulasi Berbasis Software Powersim oleh Abyan Muhammad Yassar PDS5B23

 Assalamualaikum Wr. Wb Nama : Abyan Muhammad Yassar NIM : 2103015102 Mata Kuliah Pemodelan dan Simulasi Contoh Simulasi Berbasis Softaware Powersim Perangkat Lunak Simulasi Untuk melakukan simulasi dari sebuah model, diperlukan perangkat lunak (software) yang secara cepat dapat melihat perilaku dari model yang telah dibuat. Ada berbagai macam perangkat lunak yang dapat digunakan untuk keperluan ini, seperti Vensim, Dynamo, Ithink, Stella dan Power Simulation. Perangkat lunak simulasi memainkan peran penting dalam analisis dan pemodelan sistem kompleks. Dalam konteks simulasi berbasis perangkat lunak Powersim, ada beberapa pilihan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membantu memahami perilaku model yang telah dibuat. Salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan adalah Vensim, yang memungkinkan pengguna untuk membuat model dinamis berbasis sistem persamaan diferensial. Dynamo adalah perangkat lunak simulasi lainnya yang menawarkan kemampuan untuk memodelkan dan mensimula...