Langsung ke konten utama

Kriptografi dan Keamanan Informasi 4C oleh: Abyan Muhammad Yassar

Assalamualaikum Wr. Wb.


 Kriptografi Klasik


Cipher di dalam kriptografi klasik disusun oleh dua teknik dasar:

1. Teknik substitusi: mengganti huruf plainteks dengan huruf cipherteks

2. Teknik transpotasi: mengubah susunan/posisi huruf plainteks ke posisi lainnya

Oleh karena itu, dikenal dengan dua macam chiper di dalam Kriptografi klasik:

1. Cipher Substitusi (Substitution Ciphers)

2. Cipher Transpotasi (Transposition Ciphers)


Cipher Substitusi

Contoh: Caesar Cipher, tiap huruf alfabet digeser 3 huruf ke kanan

Contoh: - Plainteks: awasi asterix dan temannya obelix

              - DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA

Supaya lebih aman, cipherteks dikelompokkan ke dalam kelompok n-huruf, misalnya kelompok 4-huruf:

Semula: DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA 

Menjadi: DZDV LDVW HULA GDQW HPDQ QBAR EHOL A

Plainteks: awasi asterix dan temannya obelix

- p1 = ‘a’ = 0 → c1 = E(0) = (0 + 3) mod 26 = 3 = ‘D’

- p2 = ‘w’ = 22 → c2 = E(22) = (22 + 3) mod 26 = 25 = ‘Z’ 

- p3 = ‘a’ = 0 → c3 = E(0) = (0 + 3) mod 26 = 3 = ‘D’ 

- p4 = ‘s’ = 18 → c4 = E(18) = (18 + 3) mod 26 = 21 = ‘V’ 

- p5 = ‘i’ = 8 → c4 = E(8) = (8 + 3) mod 26 = 11 = ‘L’ 

- dst… 

Cipherteks: DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA


Cipherteks: DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA 

- c1 = ‘D’ = 3 → p1 = D(3) = (3 – 3) mod 26 = 0 = ‘a’ 

- c2 = ‘Z’ = 25 → p2 = D(25) = (25 – 3) mod 26 = 22 = ‘w’ 

- c3 = ‘D’ = 3 → p3 = D(3) = (3 – 3) mod 26 = 0 = ‘a’ 

- … 

- c12 = ‘A’ = 0 → p12 = D(0) = (0 – 3) mod 26 = – 3 mod 26 = 23 = ‘x’ Keterangan: – 3 mod 26 dihitung dengan cara |– 3| mod 26 = 3, sehingga –3 mod 26 = 26 – 3 = 23 

- Plainteks: awasi asterix dan temannya obelix 9 

- Jika pergeseran huruf sejauh k, maka: Enkripsi: c = E(p) = (p + k) mod 26 Dekripsi: p = D(c) = (c – k) mod 26 k = kunci rahasia 

- Untuk 256 karakter ASCII, maka: Enkripsi: c = E(p) = (p + k) mod 256 Dekripsi: p = D(ci ) = (c – k) mod 256 k = kunci rahasia 10 

Kelemahan: Caesar cipher mudah dipecahkan dengan exhaustive key search karena jumlah kuncinya sangat sedikit (hanya ada 26 kunci).


Jenis-jenis Cipher Substitusi

1. Cipher abjad tunggal: Satu huruf di plainteks diganti dengan satu huruf yang bersesuaian

2. Cipher substitusi homofonik: Setiap huruf plainteks dipetakan ke dalam salah satu huruf atau pasangan huruf cipherteks yang mungkin

3. Cipher abjad majemuk: Setiap huruf menggunakan kunci berbeda

4. Cipher substitusi poligram: Blok huruf plainteks disubstitusi dengan blok cipherteks


Super-enkripsi: Menggabungkan cipher substitusi dengan cipher transpotasi

Contoh: Plainteks Hello Word

Dienkripsi dengan caesar cipher menjadi KHOOR ZRUOG 

- Kemudian hasil ini dienkripsi lagi dengan cipher transposisi (k = 4):

KHOO 

RZRU 

OGZZ 

Cipherteks akhir adalah: KROHZGORZOUZ


Sumber Tugas: https://onlinelearning.uhamka.ac.id/mod/assign/view.php?id=376425

Link Komentar: http://pakendy.weebly.com/regulation/url-yang-mengarah-ke-lemlit

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Simulasi Berbasis Software Powersim oleh Abyan Muhammad Yassar PDS5B23

 Assalamualaikum Wr. Wb Nama : Abyan Muhammad Yassar NIM : 2103015102 Mata Kuliah Pemodelan dan Simulasi Contoh Simulasi Berbasis Softaware Powersim Perangkat Lunak Simulasi Untuk melakukan simulasi dari sebuah model, diperlukan perangkat lunak (software) yang secara cepat dapat melihat perilaku dari model yang telah dibuat. Ada berbagai macam perangkat lunak yang dapat digunakan untuk keperluan ini, seperti Vensim, Dynamo, Ithink, Stella dan Power Simulation. Perangkat lunak simulasi memainkan peran penting dalam analisis dan pemodelan sistem kompleks. Dalam konteks simulasi berbasis perangkat lunak Powersim, ada beberapa pilihan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membantu memahami perilaku model yang telah dibuat. Salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan adalah Vensim, yang memungkinkan pengguna untuk membuat model dinamis berbasis sistem persamaan diferensial. Dynamo adalah perangkat lunak simulasi lainnya yang menawarkan kemampuan untuk memodelkan dan mensimula...

Tugas 7 [Dyass/2103015102] : Sistem Operasi

  Assalamualaikum Wr. Wb Nama : Abyan Muhammad Yassar NIM : 2103015102 Prodi : Teknik Informatika SISTEM BILANGAN DAN KODE Definisi sistem bilangan :  Bilangan ialah suatu jumlah dan suku-suku angka. Dimana tiap suku angka adalah merupakan hasil perkalian antara angka dengan hasil perpangkatan  dan bilangan dasar. Sistem Dasar Bilangan Sepuluh (Desimal) Yaitu sistem bilangan yang biasa kita pakai, dimana menggunakan kombinasi angka-angka dan not sampai  dengan sembilan. Sistem Bilangan Dasar Dua (Sistem Binair) Mempunyai bilangan dasar (base) = 2, karena hanya mengenal 2 notasi yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan dasar dua ini dibentuk dengan kombinasi dari dua notasi diatas. Digunakan untuk perhitungan didalam komputer. Sistem Dasar Bilangan Enam Belas (Sistem Heksadesimal) Mempunyai bilangan dasar (base) = 16. Kombinasi dari system bilangan heksadesimal ini dibentuk dari bilangan 0 sampai 9 dan abjad A sampai F. Sistem Dasar Bilangan Delapan (Sistem Okatadesimal) Mempun...