Langsung ke konten utama

CONTOH SIMULASI OLEH ABYAN M YASSAR

Assalamualaikum Wr. Wb

Nama : Abyan Muhammad Yassar
NIM : 2103015102

Contoh keacakan dalam simulasi
Contoh Keacakan Dalam simulasi seperti di bawah ini :

  1. Waktu Pelayanan : Dalam simulasi antrian, pelanggan atau entitas yang tiba dan mengantri, waktu yang di perlukan untuk melayani mereka juga dapat dimodelkan secara acak.
  1. Waktu Kedatangan : Dalam simulasi antrian atau sistem layanan, waktu kedatangan pelanggan, pengunjung, atau entitas lainnya sering dimodelkan dengan keacakan.
Bilangan acak : terdistribusi secara uniform dalam interval.
Digit acak : terdistribusi secara uniform dalam himpunan.
Bilangan acak yang sebenarnya sangat sulit dibuat : 
  1. Bilangan acak bayangan (pseudo-random numbers).
  1. Membangkitkan bilangan acak dari tabel digit acak.

Contoh simulasi sistem antrian layanan tunggal
Jika digambarkan seperti situasi di mana ada satu saluran layanan yang melayani entitas yang tiba dalam antrian.
Contohnya seperti pelanggan yang sedang mengantri untuk mendapatkan layanan di loket pembayaran barang belanjaannya di loket pembayarannya.
  1. Entitas : Pelanggan yang telah selesai berbelanja dan ingin membayar belanjaannya di loket pembayaran.
  1. Keadaan : Antrian, loket pembayaran, dan petugas pembayaran.
  1. Peristiwa : Kedatangan pelanggan (entitas) ke dalam sistem antrian, Antrian Pelanggan, Pelayanan petugas, Selesai pembayaran dan pelanggan meninggalkan loket.
Kapan peristiwa terjadi? Peristiwa dalam simulasi terjadi sesuai dengan logika simulasi yang ditetapkan. Misalnya, kedatangan pelanggan baru bisa terjadi setiap beberapa interval waktu yang ditentukan secara acak. Pelayanan kepada pelanggan baru bisa dimulai ketika loket pembayaran kosong.
Lalu bagaimana keadaan berubah ketika peristiwa terjadi? Keadaan sistem berubah setiap kali peristiwa terjadi. Misalnya, ketika pelanggan baru tiba, antrian bertambah. Saat pelanggan dipanggil untuk dilayani, pelanggan tersebut dihapus dari antrian, dan loket pembayaran tidak lagi kosong.
Ringkasan
Konsep dasar simulasi :
  1. Menetapkan karakteristik data masukan.
  1. Mengkonstruksi tabel simulasi.
  1. Membangkitkan variable acak berdasarkan model masukan dan menghitung nilai respon.
  1. Menganalisis hasol-hasil masalah utama dengan pendekatan tabel simulasi.
  1. Tidak dapat digunakan atau mengatasi ketergantungan yang kompleks antar entitas.
Masalah utama dengan pendekatan tabel simulasi :
  • Tidak dapat digunakan atau mengatasi ketergantungan yang kompleks antar entitas.

Pertanyaan essai
  1. Apa yang dimaksud dengan keacakan dalam simulasi? Keacakan dalam simulasi mengacu pada penggunaan elemen acak atau tidak terduga untuk merepresentasikan variasi atau ketidakpastian dalam proses simulasi, memungkinkan untuk memodelkan situasi yang lebih mirip dengan dunia nyata.
  2. Mengapa keacakan penting dalam simulasi sistem antrian layanan tunggal? Keacakan penting karena dalam sistem antrian, waktu kedatangan pelanggan dan waktu pelayanan tidak selalu teratur. Keacakan memungkinkan kita untuk merepresentasikan variasi dalam kedatangan pelanggan dan durasi pelayanan yang lebih realistis.
  3. Bagaimana keacakan dimasukkan dalam simulasi sistem antrian layanan tunggal? Keacakan dimasukkan melalui distribusi waktu kedatangan pelanggan baru ke dalam antrian dan distribusi waktu pelayanan di loket. Ini bisa berupa distribusi acak seperti distribusi Poisson atau distribusi lain yang sesuai dengan pola kejadian nyata.
  4. Apa peran distribusi keacakan dalam simulasi sistem antrian layanan tunggal? Distribusi keacakan digunakan untuk merepresentasikan variasi dalam waktu kedatangan pelanggan dan waktu pelayanan, memungkinkan simulasi untuk memperhitungkan ketidakpastian yang ada dalam situasi nyata.
  5. Bagaimana entitas didefinisikan dalam simulasi sistem antrian layanan tunggal? Entitas dalam simulasi sistem antrian adalah pelanggan atau objek yang mengantri untuk menerima layanan di loket pembayaran.
  6. Apa yang dimaksud dengan waktu tunggu rata-rata dalam simulasi sistem antrian? Waktu tunggu rata-rata adalah rata-rata dari waktu yang dihabiskan oleh entitas dalam antrian sebelum mereka mendapatkan layanan di loket pembayaran.
  7. Bagaimana simulasi sistem antrian dapat membantu dalam mengoptimalkan efisiensi layanan? Simulasi sistem antrian dapat digunakan untuk menguji berbagai skenario dan strategi untuk mengurangi waktu tunggu, meningkatkan jumlah pelanggan yang dilayani, atau memperbaiki penggunaan sumber daya dalam sistem.
  8. Apa perbedaan antara waktu kedatangan dan waktu pelayanan dalam simulasi sistem antrian? Waktu kedatangan adalah interval antara kedatangan entitas baru ke dalam antrian, sementara waktu pelayanan adalah waktu yang diperlukan untuk memberikan layanan kepada entitas yang sedang dilayani di loket.
  9. Apa manfaat penggunaan keacakan dalam menganalisis sistem antrian? Penggunaan keacakan memungkinkan simulasi untuk merepresentasikan variasi dalam situasi nyata, memungkinkan pemodelan kondisi yang lebih realistis dan memungkinkan analisis lebih mendalam terhadap kinerja sistem.
  10. Bagaimana distribusi waktu pelayanan dapat mempengaruhi kinerja sistem antrian? Distribusi waktu pelayanan yang lebih cepat atau lebih lambat dapat memengaruhi waktu tunggu rata-rata. Jika waktu pelayanan lebih cepat, waktu tunggu cenderung lebih pendek, sedangkan jika waktu pelayanan lebih lambat, waktu tunggu bisa lebih panjang.

Source Tugas : https://onlinelearning.uhamka.ac.id/mod/assign/view.php?id=422296

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kriptografi dan Keamanan Informasi 4C oleh: Abyan Muhammad Yassar

Assalamualaikum Wr. Wb.   Kriptografi Klasik Cipher di dalam kriptografi klasik disusun oleh dua teknik dasar: 1. Teknik substitusi: mengganti huruf plainteks dengan huruf cipherteks 2. Teknik transpotasi: mengubah susunan/posisi huruf plainteks ke posisi lainnya Oleh karena itu, dikenal dengan dua macam chiper di dalam Kriptografi klasik: 1. Cipher Substitusi (Substitution Ciphers) 2. Cipher Transpotasi (Transposition Ciphers) Cipher Substitusi Contoh: Caesar Cipher, tiap huruf alfabet digeser 3 huruf ke kanan Contoh: - Plainteks: awasi asterix dan temannya obelix                  -  DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA Supaya lebih aman, cipherteks dikelompokkan ke dalam kelompok n-huruf, misalnya kelompok 4-huruf: Semula: DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA  Menjadi: DZDV LDVW HULA GDQW HPDQ QBAR EHOL A Plainteks: awasi asterix dan temannya obelix - p1 = ‘a’ = 0 → c1 = E(0) = (0 + 3) mod 26 = 3 = ‘D’ - p2 = ‘w’ = 22 → c...

Contoh Simulasi Berbasis Software Powersim oleh Abyan Muhammad Yassar PDS5B23

 Assalamualaikum Wr. Wb Nama : Abyan Muhammad Yassar NIM : 2103015102 Mata Kuliah Pemodelan dan Simulasi Contoh Simulasi Berbasis Softaware Powersim Perangkat Lunak Simulasi Untuk melakukan simulasi dari sebuah model, diperlukan perangkat lunak (software) yang secara cepat dapat melihat perilaku dari model yang telah dibuat. Ada berbagai macam perangkat lunak yang dapat digunakan untuk keperluan ini, seperti Vensim, Dynamo, Ithink, Stella dan Power Simulation. Perangkat lunak simulasi memainkan peran penting dalam analisis dan pemodelan sistem kompleks. Dalam konteks simulasi berbasis perangkat lunak Powersim, ada beberapa pilihan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membantu memahami perilaku model yang telah dibuat. Salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan adalah Vensim, yang memungkinkan pengguna untuk membuat model dinamis berbasis sistem persamaan diferensial. Dynamo adalah perangkat lunak simulasi lainnya yang menawarkan kemampuan untuk memodelkan dan mensimula...

Tugas 7 [Dyass/2103015102] : Sistem Operasi

  Assalamualaikum Wr. Wb Nama : Abyan Muhammad Yassar NIM : 2103015102 Prodi : Teknik Informatika SISTEM BILANGAN DAN KODE Definisi sistem bilangan :  Bilangan ialah suatu jumlah dan suku-suku angka. Dimana tiap suku angka adalah merupakan hasil perkalian antara angka dengan hasil perpangkatan  dan bilangan dasar. Sistem Dasar Bilangan Sepuluh (Desimal) Yaitu sistem bilangan yang biasa kita pakai, dimana menggunakan kombinasi angka-angka dan not sampai  dengan sembilan. Sistem Bilangan Dasar Dua (Sistem Binair) Mempunyai bilangan dasar (base) = 2, karena hanya mengenal 2 notasi yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan dasar dua ini dibentuk dengan kombinasi dari dua notasi diatas. Digunakan untuk perhitungan didalam komputer. Sistem Dasar Bilangan Enam Belas (Sistem Heksadesimal) Mempunyai bilangan dasar (base) = 16. Kombinasi dari system bilangan heksadesimal ini dibentuk dari bilangan 0 sampai 9 dan abjad A sampai F. Sistem Dasar Bilangan Delapan (Sistem Okatadesimal) Mempun...