Langsung ke konten utama

Kriptografi dan Keamanan Informasi 4C Oleh: Abyan

Assalamualaikum Wr. Wb


Nama : Abyan Muhammad Yassar

Nim : 2103015102


One-Time Pad

Cipher yang Tidak Dapat Dipecahkan (Unbreakable Cipher)

    Unbreakable cipher merupakan klaim yang dibuat oleh kriptografer terhadap algoritma kriptografi yang dirancangnya. Namun, kebanyakan algoritma yang sudah pernah dibuat orang adalah breakable cipher. Caesar Cipher, Vigenere Cipher , Playfair Cipher, Enigma Cipher, Hill Cipher, dll sudah kadaluarsa karena breakable cipher.

One-Time Pad (OTP) 

    Satu-satunya algoritma kriptografi sempurna aman (perfect secrecy) sehingga tidak dapat dipecahkan adalah one-time pad (OTP). OTP ditemukan pada tahun 1917 oleh Major Joseph Mauborgne. OTP mengatasi kelemahan pada Vigenere Cipher. Vigenere Cipher mengulang penggunaan kunci secara periodik → mudah ditemukan dengan metode Kasiski. Pada OTP, panjang kunci = panjang plainteks.

Plainteks: otpadalahcipheryangtidakbisadipecahkan 

Kunci: trjkdndkdwerylgrgdkopcegyhbdwjbtrfhgvk 

One-time pad (pad = kertas bloknot) berisi deretan huruf-huruf kunci yang dibangkitkan secara acak.

    Pengirim dan penerima pesan memiliki salinan (copy) pad yang sama. Satu pad hanya digunakan sekali (one-time) saja untuk mengenkripsi pesan → itulah mengapa dinamakan one-time pad. Sekali pad telah digunakan, ia dihancurkan supaya tidak dipakai kembali untuk mengenkripsi pesan yang lain → menyulitkan kriptanalisis.

Plainteks: otpadalahcipheryangtidakbisadipecahkan 

Kunci: trjkdndkdwerylgrgdkopcegyhbdwjbtrfhgvk

Aturan enkripsi dan dekripsi yang digunakan persis sama seperti pada Vigenere Cipher, bedanya tidak ada perulangan kunci secara periodik. 

• Enkripsi: ci = (pi + ki ) mod 26 

• Dekripsi: pi = (ci – ki ) mod 26

Contoh 1:

Plainteks: onetimepad 

Kunci: tbfrgfarfm 

Misalkan A = 0, B = 1, …, Z = 25. 

cipherteks: HOJKOREGHP 

yang dalam hal ini diperoleh sebagai berikut: (o + T) mod 26 = H (n + B) mod 26 = O (e + F) mod 26 = J, dst 

Contoh 2: 

Plainteks: nantimalamsayatunggukamudidepanwarungkopi 

Kunci: gtrskncvbrwpoatqljfmxtrpjsrzolfhtbmaedpvy 

Cipherteks: TTELSZCGBDOPMAMKYPLGHTDJMAUDDLSDTSGNKNDKG

    Kunci untuk OTP harus seluruhnya acak dan sepanjang pesan. Bagaimana jika kunci diambil dari teks yang panjang (misalnya tulisan di dalam novel, buku, berita, dan sebagainya)? 

ini bukan lagi OTP (sebab tulisan di buku/novel/berita bukan acak), tidak menghasilkan perfect secrecy, dapat dipecahkan 

Kunci di dalam OTP hanya dipakai sekali dan tidak pernah digunakan kembali. Bagaimana jika kunci dipakai untuk kedua kalinya? ia bukan lagi one-time pad, tetapi two-time pad - tidak aman

    OTP ini tidak dapat dipecahkan karena: 

1. Kunci acak + plainteks yang tidak acak = cipherteks yang seluruhnya acak. 

2. Hanya terdapat satu kunci yang memetakan plainteks ke cipherteks, begitu juga sebaliknya. Mendekripsi cipherteks dengan beberapa kunci berbeda dapat menghasilkan plainteks yang bermakna, sehingga kriptanalis kesulitan menentukan plainteks mana yang benar. 

Contoh 3: 

Misalkan kriptanalis mencoba kunci LMCCAWAAZD untuk mendekripsi cipherteks HOJKOREGHP Plainteks yang dihasilkan: SALMONEGGS Bila ia mencoba kunci: ZDVUZOEYEO Plainteks yang dihasilkan: GREENFIELD Kriptanalis: ??????? (bingung sendiri ☺ ) Contoh ini menunjukkan bahwa untuk sembarang plainteks dan cipherteks hanya ada satu kunci yang memetakannya satu sama lain. 

Kelemahan OTP 

Meskipun OTP menawarkan keamanan yang sempurna, tetapi ia tidak umum digunakan dalam aplikasi praktis (aplikasi komersil maupun aplikasi lainnya).

 Alasan: 

1. Tidak mangkus, karena panjang kunci = panjang pesan. Makin panjang pesan, makin besar ukuran kuncinya. Butuh komputasi yang berat untuk membangkitkan milyaran karakter-karakater yang benar-benar acak. 

2. Karena kunci dibangkitkan secara acak, maka ‘tidak mungkin’ pengirim dan penerima membangkitkan kunci yang sama secara bersamaan. 16 

OTP hanya dapat digunakan jika tersedia saluran komunikasi kedua yang cukup aman untuk mengirim kunci. Saluran kedua ini tidak boleh sama dengan saluran untuk mengirim pesan. Saluran kedua ini umumnya lambat dan mahal (misalnya lewat jalur darat, memakai kurir terpercaya dan tidak bisa dikenali). 

Contoh Penggunaan OTP 

Perang dingin antara AS dan Uni Soviet (tahun 1940): 

- agen spionase Uni Soviet membawa kunci one-time pad ke AS 

- pesan-pesan rahasia dienkripsi dengan OTP dan dikirim dari AS 

- di Uni Soviet, kunci OTP yang sama digunakan untuk mendekripsi cipherteks


Soal:

Pertanyaan 1: Apa itu One-Time Pad (OTP)? Jawaban 1: One-Time Pad (OTP) adalah metode kriptografi kunci simetris yang sangat aman.

Pertanyaan 2: Apa yang dilakukan saat proses enkripsi menggunakan One-Time Pad? Jawaban 2: Saat proses enkripsi menggunakan One-Time Pad, setiap karakter pesan diubah menjadi kode numerik dan di-"XOR" (eksklusif OR) dengan karakter yang sesuai dari kunci.

Pertanyaan 3: Bagaimana proses dekripsi dilakukan dalam One-Time Pad? Jawaban 3: Proses dekripsi dilakukan dengan meng-"XOR" karakter terenkripsi dengan karakter yang sesuai dari kunci yang sama yang digunakan saat enkripsi. Operasi ini akan mengembalikan pesan asli.

Pertanyaan 4: Apa yang membuat One-Time Pad dianggap sebagai metode kriptografi yang aman? Jawaban 4: One-Time Pad dianggap sebagai metode kriptografi yang aman karena menggunakan kunci sekali pakai. Setiap kunci hanya digunakan untuk mengenkripsi satu pesan saja dan tidak pernah digunakan kembali, asalkan kunci acak dan digunakan dengan benar.

Pertanyaan 5: Apa kelemahan utama dari One-Time Pad? Jawaban 5: Salah satu kelemahan utama One-Time Pad adalah ketergantungan pada distribusi kunci yang benar. Kunci harus sepenuhnya acak dan harus dibagi secara aman antara pengirim dan penerima. Jika kunci terpengaruh oleh serangan atau diperoleh oleh pihak yang tidak berwenang, keamanan metode ini dapat terancam.

Pertanyaan 6: Apa yang harus dipastikan tentang kunci dalam One-Time Pad? Jawaban 6: Kunci dalam One-Time Pad harus acak, tidak dapat diprediksi, dan harus sama panjangnya atau lebih panjang dari pesan yang akan dienkripsi.

Pertanyaan 7: Apa yang terjadi jika kunci dalam One-Time Pad digunakan kembali? Jawaban 7: Jika kunci dalam One-Time Pad digunakan kembali, keamanan metode ini dapat terancam. Kunci harus sekali pakai dan tidak boleh digunakan untuk mengenkripsi pesan lain.

Pertanyaan 8: Mengapa One-Time Pad dianggap memberikan keamanan yang kuat? Jawaban 8: One-Time Pad dianggap memberikan keamanan yang kuat karena jika kunci digunakan dengan benar, tidak ada informasi yang dapat diperoleh dari pesan terenkripsi tanpa memiliki kunci yang tepat.

Pertanyaan 9: Apa yang harus diperhatikan dalam distribusi kunci pada One-Time Pad? Jawaban 9: Dalam distribusi kunci pada One-Time Pad, kunci harus dibagi secara aman antara pengirim dan penerima. Kunci tidak boleh terpengaruh oleh serangan atau diperoleh oleh pihak yang tidak berwenang.

Pertanyaan 10: Apa implikasi penggunaan kunci yang tidak acak pada One-Time Pad? Jawaban 10: Pengguna


Sumber Tugas : https://onlinelearning.uhamka.ac.id/mod/assign/view.php?id=376444

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kriptografi dan Keamanan Informasi 4C oleh: Abyan Muhammad Yassar

Assalamualaikum Wr. Wb.   Kriptografi Klasik Cipher di dalam kriptografi klasik disusun oleh dua teknik dasar: 1. Teknik substitusi: mengganti huruf plainteks dengan huruf cipherteks 2. Teknik transpotasi: mengubah susunan/posisi huruf plainteks ke posisi lainnya Oleh karena itu, dikenal dengan dua macam chiper di dalam Kriptografi klasik: 1. Cipher Substitusi (Substitution Ciphers) 2. Cipher Transpotasi (Transposition Ciphers) Cipher Substitusi Contoh: Caesar Cipher, tiap huruf alfabet digeser 3 huruf ke kanan Contoh: - Plainteks: awasi asterix dan temannya obelix                  -  DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA Supaya lebih aman, cipherteks dikelompokkan ke dalam kelompok n-huruf, misalnya kelompok 4-huruf: Semula: DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA  Menjadi: DZDV LDVW HULA GDQW HPDQ QBAR EHOL A Plainteks: awasi asterix dan temannya obelix - p1 = ‘a’ = 0 → c1 = E(0) = (0 + 3) mod 26 = 3 = ‘D’ - p2 = ‘w’ = 22 → c...

Contoh Simulasi Berbasis Software Powersim oleh Abyan Muhammad Yassar PDS5B23

 Assalamualaikum Wr. Wb Nama : Abyan Muhammad Yassar NIM : 2103015102 Mata Kuliah Pemodelan dan Simulasi Contoh Simulasi Berbasis Softaware Powersim Perangkat Lunak Simulasi Untuk melakukan simulasi dari sebuah model, diperlukan perangkat lunak (software) yang secara cepat dapat melihat perilaku dari model yang telah dibuat. Ada berbagai macam perangkat lunak yang dapat digunakan untuk keperluan ini, seperti Vensim, Dynamo, Ithink, Stella dan Power Simulation. Perangkat lunak simulasi memainkan peran penting dalam analisis dan pemodelan sistem kompleks. Dalam konteks simulasi berbasis perangkat lunak Powersim, ada beberapa pilihan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membantu memahami perilaku model yang telah dibuat. Salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan adalah Vensim, yang memungkinkan pengguna untuk membuat model dinamis berbasis sistem persamaan diferensial. Dynamo adalah perangkat lunak simulasi lainnya yang menawarkan kemampuan untuk memodelkan dan mensimula...

Tugas 7 [Dyass/2103015102] : Sistem Operasi

  Assalamualaikum Wr. Wb Nama : Abyan Muhammad Yassar NIM : 2103015102 Prodi : Teknik Informatika SISTEM BILANGAN DAN KODE Definisi sistem bilangan :  Bilangan ialah suatu jumlah dan suku-suku angka. Dimana tiap suku angka adalah merupakan hasil perkalian antara angka dengan hasil perpangkatan  dan bilangan dasar. Sistem Dasar Bilangan Sepuluh (Desimal) Yaitu sistem bilangan yang biasa kita pakai, dimana menggunakan kombinasi angka-angka dan not sampai  dengan sembilan. Sistem Bilangan Dasar Dua (Sistem Binair) Mempunyai bilangan dasar (base) = 2, karena hanya mengenal 2 notasi yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan dasar dua ini dibentuk dengan kombinasi dari dua notasi diatas. Digunakan untuk perhitungan didalam komputer. Sistem Dasar Bilangan Enam Belas (Sistem Heksadesimal) Mempunyai bilangan dasar (base) = 16. Kombinasi dari system bilangan heksadesimal ini dibentuk dari bilangan 0 sampai 9 dan abjad A sampai F. Sistem Dasar Bilangan Delapan (Sistem Okatadesimal) Mempun...