Langsung ke konten utama

Tugas 6 : Serangan Terhadap Kriptografi Oleh Abyan

Assalamualaikum Wr. Wb


SERANGAN TERHADAP KRIPTOGRAFI

Keseluruhan point dari kriptografi adalah menjaga kerahasiaan pesan atau kunci dari penyadap (eavesdropper) atau dari kriptanalis (cryptanalyst). Kriptanalis dapat merangkap sebagai seorang penyadap. Kriptanalis berusaha memecahkan cipherteks dengan suatu serangan terhadap sistem kriptografi. Serangan merupakan setiap usaha (attempt) atau percobaan yang dilakukan oleh kriptanalis untuk menemukan kunci atau menemukan plainteks dari cipherteksnya. Asumsinya kriptanalis mengetahui algoritma kriptografi yang digunakan Prinsip Kerckhoff: Semua algoritma kriptografi harus publik; hanya kunci yang rahasia. Satu-satunya keamanan terletak pada kunci.

Jenis – Jenis Serangan Berdasarkan Keterlibatan Penyerang dalam Komunikasi

Serangan aktif

Penyerang mengintervensi komunikasi dan ikut mempengaruhi sistem untuk keuntungan dirinya. Penyerang mengubah aliran pesan seperti menghapus sebagian ciphertext, mengubah ciphertext, menyisipkan potongan ciphertext palsu, me-replay pesan lama, mengubah informasi yang tersimpan, dsb. Metode yang digunakan adalah Men-In-the-middle.

Man-In-the-Middle : Man-in-the-Middle atau dikenal dengan sebutan MIM biasanya menargetkan korban yang merupakan kunci publik sistem kripto dimana pertukaran kunci terjadi sebelum komunikasi dilakukan. A ingin berkomunikasi dengan B. A meminta kunci publik dari B. Penyerang menangkan permintaan dan mengirim kuncinya. Apapun yang dikirim A ke B, kemudian mampu dibaca oleh pihak penyerang. Penyerang kemudian mengenkripsi ulang data setelah membaca dengan kunci publik dan mengirimnya ke B. Penyerang mengirim kunci publik sebagai kunci publik A dimana B berpikir bahwa kunci tersebut memang milik A.

Serangan pasif

Penyerang tidak terlibat dalam komunikasi antara pengirim dan penerima, penyerang hanya melakukan penyadapan untuk memperoleh data atau informasi sebanyak-banyaknya. Metode yang digunakan dalam melakukan penyadapan ini wiretapping, electromagnetic eavesdropping atau acoustic eavesdropping. Berikut adalah penjelasan masing – masing :

  • Wiretapping : Wiretapping adalah pemantauan secara elektronik melalui penempatan perangkat pemantauan atau penyadapan pada kabel target. Teknik ini menempatkan perangkat penyadap pada kabel yang dilalui oleh data.
  • Electromagnetic eavesdropping : Penyadap mencegat data yang ditransmisikan melalui saluran wireless, misalnya radio dan microwave
  • Acoustic eavesdropping : Menangkap gelombang suara yang dihasilkan oleh suara manusia.

Jenis – Jenis Serangan Berdasarkan Teknik yang Digunakan Untuk Menemukan Kunci

Exhaustive attack

Yaitu teknik untuk mengungkap plaintext/kunci dengan mencoba secara sistematis semua kemungkinan kunci. Walaupun tehnik ini akan berhasil menemukan plaintext/kunci, namun waktu yang dibutuhkan relatif lama dan sangat bergantung kepada kecepatan mesin (komputer) yang melakukan serangan ini. Tabel berikut memperlihatkan waktu yang dibutuhkan untuk exhaustive key search.


Analytical attack

Yaitu teknik memecahkan teks sandi dengan melakukan analisis kelemahan algoritma kriptografinya untuk mengurangi kemungkinan kunci yang memang tidak ada (pasti tidak muncul). Dilakukan dengan cara memecahkan persamaan-persamaan matematik (yang diperoleh dari definisi suatu algoritma kriptografi) yang mengandung perubah-perubah yang merepresentasikan plaintext atau kunci. Dengan menggabungkan metode analytical attack dan exhaustive attack akan mempercepat diketemukannya plaintext/kunci. Contohnya Affine Cipher.

Jenis – Jenis Serangan Berdasarkan Ketersediaan Data yang Digunakan Untuk Menyerang Sistem Kriptografi

Chipertext-Only attack

Jenis serangan kriptografi pertama di sini adalah ciphertext only attack (COA). Dalam tipe serangan ini, penyerang hanya mendapatkan ciphertext dari beberapa pesan. Penyerang tidak memiliki akses kepada corresponding plaintext. Pesan-pesan seluruhnya sudah dienkripsi menggunakan algoritma yang sama. Metode yang digunakan untuk menyelesaikannya adalah melalui exhaustive key search. Lebih jauh, cara tersebut mencoba semua probabilitas yang tersedia untuk menemukan kunci enkripsi. Sistem kriptografi yang modern sudah dilengkapi dengan kapabilitas untuk mengawal jenis serangan ciphertext only attack.

Diberikan: C1 = Ek (P1 ), C2 = Ek (P2 ), …, Ci = Ek (Pi ), kemudian Deduksi: P1, P2, …, Pi atau k untuk mendapatkan Pi+1 dari Ci+1 = Ek (Pi+1).

Known-Plaintext attack

Known-plaintext attack adalah metode serangan dimana penyerangannya mengetahui plaintext untuk beberapa bagian dari ciphertext. Known plaintext attack (KPA) kerap disebut juga dengan sebutan clear-text attack. Di sini, para penyerang akan mendapatkan kata sandi sekaligus mendapatkan pesan asli. Para penyerang ini bertugas melakukan dekripsi seluruh ciphertext menggunakan informasi yang telah diterima sebelumnya. Operasi tersebut bisa sukses dan selesai bergantung penemuan kunci atau melalui metode lain. Contoh paling baik dari jenis serangan ini adalah analisis kripti linear melawan block ciphers.

Diberikan sejumlah pasangan plainteks dan cipherteks yang berkoresponden: P1 , C1 = Ek (P1 ), P2 , C2 = Ek (P2 ), … , Pi , Ci = Ek (Pi ) kemudian Deduksi: k untuk mendapatkan Pi+1 dari Ci+1 = Ek (Pi+1).

Chosen-Plaintext attack

Chosen plaintext attacks (CPA) mirip dengan serangan plaintext yang dikenal. Dalam jenis serangan enkripsi ini, penyerang memiliki teks pilihan terenkripsi. Seorang penyerang bahkan mungkin memiliki pengalaman dengan fragmen asli mana yang akan dikodekan. Ini adalah penyederhanaan. Kualitas serangan CPA dianggap lebih kuat dari KPA karena kemampuan cryptanalysis untuk memilih ciphertext tertentu. Plaintext adalah teks yang jelas yang mengarah pada penemuan kunci. Dalam hal ini, kunci publik dari sistem enkripsi RSA rentan terhadap jenis serangan CPA tertentu. 

Diberikan: P1, C1 = Ek (P1 ), P2, C2 = Ek (P2 ), …, Pi , Ci = Ek (Pi ) di mana kriptanalis dapat memilih diantara P1, P2, …, Pi dan Deduksi: k untuk mendapatkan Pi+1 dari Ci+1 = Ek (Pi+1).

Adaptive-Chosen-Plaintext attack

Kriptanalis memilih blok plainteks yang besar, lalu dienkripsi, kemudian memilih blok lainnya yang lebih kecil berdasarkan hasil serangan sebelumnya, begitu seterusnya.

Chosen-Ciphertext attack

Chosen-Ciphertext Attack adalah jenis serangan yang memungkinkan cryptanalyst memilih ciphertext yang berbeda. Chosen Ciphertext attack ini berfokus pada pengumpulan informasi dengan menguraikan ciphertext yang dipilih. Berbagai ciphertext didekripsi dan mereka memiliki akses ke plaintext yang didekripsi. Diberikan: C1 , P1 = Dk (C1 ), C2 , P2 = Dk (P2 ), …, Ci , Pi = Dk (Ci ) kemudian Deduksi: k (yang mungkin diperlukan untuk mendekripsi pesan pada waktu yang akan datang).

Sebuah algoritma kriptografi dikatakan aman (computationally secure) bila ia memenuhi tiga kriteria berikut :

  1. Persamaan matematis yang menggambarkan operasi di dalam algoritma kriptografi sangat kompleks sehingga algoritma tidak mungkin dipecahkan secara analitik.
  2. Biaya untuk memecahkan cipherteks melampaui nilai informasi yang terkandung di dalam cipherteks tersebut.
  3. Waktu yang diperlukan untuk memecahkan cipherteks melampaui lamanya waktu informasi tersebut harus dijaga kerahasiaannya

PERTANYAAN ESSAY

1. Jelaskan definisi dari Kriptografi

Jawab : Kriptografi adalah suatu ilmu yang mempelajari bagaimana cara menjaga agar data atau pesan tetap aman saat dikirimkan, dari pengirim ke penerima tanpa mengalami gangguan dari pihak ketiga.

2. Jelaskan secara singkat mengenai Playfair Chiper

Jawab : Termasuk ke dalam polygram cipher. Ditemukan oleh Sir Charles Wheatstone namun dipromosikan oleh Baron Lyon Playfair pada tahun 1854. Cipher ini mengenkripsi pasangan huruf (bigram), bukan huruf tunggal seperti pada cipher klasik lainnya. Tujuannya adalah untuk membuat analisis frekuensi menjadi sangat sulit sebab frekuensi kemunculan huruf-huruf di dalam cipherteks menjadi datar (flat). Kunci kriptografinya 25 buah huruf yang disusun di dalam bujursangkat 5x5 dengan menghilangkan huruf J dari abjad.

3. Jelaskan metode yang digunakan dalam Serangan Pasif

Jawab :

  • Wiretapping : Wiretapping adalah pemantauan secara elektronik melalui penempatan perangkat pemantauan atau penyadapan pada kabel target. Teknik ini menempatkan perangkat penyadap pada kabel yang dilalui oleh data.
  • Electromagnetic eavesdropping : Penyadap mencegat data yang ditransmisikan melalui saluran wireless, misalnya radio dan microwave.
  • Acoustic eavesdropping : Menangkap gelombang suara yang dihasilkan oleh suara manusia

4. Sebutkan jenis – jenis dalam Cipherteks Substitusi

Jawab :

  • Cipher abjad-tunggal (monoalphabetic cipher)
  • Cipher substitusi homofonik (Homophonic substitution cipher)
  • Cipher abjad-majemuk (Polyalpabetic substitution cipher)
  • Cipher substitusi poligram (Polygram substitution cipher)
  • Cipher Transposisi
  • Super-enkripsi
5. Ubahlah plaintkes “Kriptografi” kedalam chiperteks menggunakan metode Caesar Chiper

Jawab :

Plainteks : Kriptografi, Kunci : geser 3 huruf

Sehinnga, chiperteks nya menjadi : NULSWRJUDIN

6. Tuliskan langkah – langkah Algoritma Deskripsi

Jawab :

  1. Jika dua huruf terdapat pada baris bujursangkar yang sama maka tiap huruf diganti dengan huruf di kirinya.
  2. Jika dua huruf terdapat pada kolom bujursangkar yang sama maka tiap huruf diganti dengan huruf di atasnya.
  3. Jika dua huruf tidak pada baris yang sama atau kolom yang sama, maka huruf pertama diganti dengan huruf pada perpotongan baris huruf pertama dengan kolom huruf kedua. Huruf kedua diganti dengan huruf pada titik sudut keempat dari persegi panjang yang dibentuk dari tiga huruf yang digunakan sampai sejauh ini.
  4. Buanglah huruf X yang tidak mengandung makna.

7. Jelaskan pengertian Kriptografi Klasik

Jawab : Kriptografi klasik adalah kriptografi dalam pembuatannya maupun analisisnya sama sekali tidak melibatkan komputer atau perangkat mesin. Alat-alat yang digunakan berkutat pada pemanfaatan kertas, pena, batu, serta alat-alat lain yang tidak tergolong dalam perangkat mesin modern sama sekali. Termasuk ke dalam kriptografi kunci simetris. Semua alogaritma kriptografi (chipper) dari kriptografi klasik termasuk dalam sistem kriptografi yang bersistem simetris. Teknik enkripsi pada kriptografi klasik semuanya sama seperti kunci enkripsi. Maksudnya, untuk memahami sebuah teks tersembunyi dapat dilakukan secara serupa seperti saat pembuatannya.

8. Jelaskan mengenai Analytical Attack

Jawab : Yaitu teknik memecahkan teks sandi dengan melakukan analisis kelemahan algoritma kriptografinya untuk mengurangi kemungkinan kunci yang memang tidak ada (pasti tidak muncul). Dilakukan dengan cara memecahkan persamaan-persamaan matematik (yang diperoleh dari definisi suatu algoritma kriptografi) yang mengandung perubah-perubah yang merepresentasikan plaintext atau kunci. Dengan menggabungkan metode analytical attack dan exhaustive attack akan mempercepat diketemukannya plaintext/kunci. Contohnya Affine Cipher.

9. Ubahlah plainteks : KRIPTO ke dalam cipherteks dengan menggunakan Affine Cipher

Jawab : Plainteks: KRIPTO (10 17  8  15  19  14)

n = 26, ambil m = 7   (7 relatif prima dengan 26)

Enkripsi: C Âº 7P + 10 (mod 26)        

  •             p1 = 10  Ã  c1 Âº 7 × 10 + 10 Âº 80 Âº 2 (mod 26)      (huruf ‘C’)
  •             p2 = 17  Ã  c2 Âº 7 × 17 + 10 Âº 129 Âº 25 (mod 26)  (huruf ‘Z’)
  •             p3 = 8    Ã  c3 Âº 7 × 8 + 10 Âº 66 Âº 14 (mod 26)      (huruf ‘O’)
  •             p4 = 15  Ã  c4 Âº 7 × 15 + 10 Âº 115 Âº 11 (mod 26)  (huruf ‘L’)
  •             p5 = 19  Ã  c1 Âº 7 × 19 + 10 Âº 143 Âº 13 (mod 26)  (huruf ‘N’)
  •             p6 = 14  Ã  c1 Âº 7 × 14 + 10 Âº 108 Âº 4 (mod 26)    (huruf ‘E’)

Cipherteks: CZOLNE

10. Cipherteks yang diperoleh dengan mengubah posisi huruf dalam plainteks merupaka jenis cipher

Jawab : Cipher Transposisi

11. Sebutkan contoh kriptografi dalam kehidupan sehari – hari

Jawab :

  • Transaksi menggunakan Anjungan Tunai Mandiri (ATM)
  • Pay TV
  • Komunikasi melalui telepon seluler

12. Jelaskan algoritma kriptografi

Jawab : Algoritma Kriptografi Algoritma merupakan urutan langkah-langkah logis untuk menyelesaikan masalah yang disusun secara matematis dan benar. Sedangkan kriptografi (cryptography) berasal dari kata “crypto” yang berarti “secret” (rahasia) dan “graphy” yang berarti “writing” (tulisan). Sehingga algoritma kriptografi merupakan langkah-langkah logis bagaimana menyembunyikan pesan dari orang-orang yang tidak berhak atas pesan tersebut.

13. Sebutkan prinsip – prinsip yang mendasari Kriptografi

Jawab :

  1. Confidentiality (kerahasiaan)
  2. Data integrity (keutuhan data)
  3. Authentication (keotentikan) 
  4. Non-repudiation (anti-penyangkalan) 

14. Sebutkan dan jelaskan dua proses utama dalam Kriptografi

Jawab : Proses Utama pata kriptografi terdiri dari 2 jenis yaitu enkripsi dan dekripsi.

  •  Enkripsi adalah proses dimana informasi/data yang hendak dikirim diubah menjadi bentuk yang hampir tidak dikenali sebagai informasi awalnya dengan menggunakan algoritma tertentu
  • Dekripsi adalah kebalikan dari enkripsi yaitu mengubah kembali bentuk tersamar tersebut menjadi informasi awal

15. Diberikan plaintext : POLITEKNIK ELEKTRONIKA NEGERI SURABAYA ubahlah menggunakan Cipher Transposisi

Jawab :

Plaintext : Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Enkripsi :

P O L I T E K

N I K E L E K

T R O N I K A

N E G E R I S

U R A B A Y A

Cipherteks : (baca secara vetikal)

                        PNTNUOIRERLKOGAIENEBTLIRAEEKIYKKASA

                        PNTN UOIR ERLK OGAI ENEB TLIR AEEK IYKK ASA

16. Sebutkan 3 kriteria Kriptografi yang aman

Jawab :

  1. Persamaan matematis yang menggambarkan operasi di dalam algoritma kriptografi sangat kompleks sehingga algoritma tidak mungkin dipecahkan secara analitik.
  2. Biaya untuk memecahkan cipherteks melampaui nilai informasi yang terkandung di dalam cipherteks tersebut.
  3. Waktu yang diperlukan untuk memecahkan cipherteks melampaui lamanya waktu informasi tersebut harus dijaga kerahasiaannya

17. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk ukuran kunci 16 bitt pada Exhaustive Attack

Jawab : 

Ukuran kunci = 16 bitt

Jumlah kemungkinan kunci = 2^16 = 65536

Lama waktu untuk 10^6 percobaan perdetik = 32.7 milidetik

Lama waktu untuk 10^12 percobaan perdetik = 0.0327 mikrodetik

18. Jelaskan kekurangan dari menggunakan Caesar Cipher

Jawab : Kelemahan dari Caesar Cipher adalah dapat dipecahkan dengan cara brute force attack, suatu bentuk serangan yang dilakukan dengan mencoba-coba berbagai kemungkinan untuk menemukan kunci. Bisa juga menggunakan exhaustive key search, karena jumlah kunci sangat sedikit (hanya ada 26 kunci).

19. Jelaskan definisi dari Man In the Middle

Jawab : Man in The Middle (MiTM) adalah serangan siber yang dilakukan untuk mencuri informasi dan memata-matai korban. Pelaku MiTM akan memanfaatkan koneksi internet yang tidak aman untuk melakukan aksinya. MiTM akan memposisikan dirinya diantara korban dan website yang sedang digunakan.

20. Siapakah tokoh yang menemukan Playfair Cipher

Jawab : Ditemukan oleh Sir Charles Wheatstone namun dipromosikan oleh Baron Lyon Playfair pada tahun 1854.


Sumber Tugas : https://onlinelearning.uhamka.ac.id/mod/assign/view.php?id=376433

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kriptografi dan Keamanan Informasi 4C oleh: Abyan Muhammad Yassar

Assalamualaikum Wr. Wb.   Kriptografi Klasik Cipher di dalam kriptografi klasik disusun oleh dua teknik dasar: 1. Teknik substitusi: mengganti huruf plainteks dengan huruf cipherteks 2. Teknik transpotasi: mengubah susunan/posisi huruf plainteks ke posisi lainnya Oleh karena itu, dikenal dengan dua macam chiper di dalam Kriptografi klasik: 1. Cipher Substitusi (Substitution Ciphers) 2. Cipher Transpotasi (Transposition Ciphers) Cipher Substitusi Contoh: Caesar Cipher, tiap huruf alfabet digeser 3 huruf ke kanan Contoh: - Plainteks: awasi asterix dan temannya obelix                  -  DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA Supaya lebih aman, cipherteks dikelompokkan ke dalam kelompok n-huruf, misalnya kelompok 4-huruf: Semula: DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA  Menjadi: DZDV LDVW HULA GDQW HPDQ QBAR EHOL A Plainteks: awasi asterix dan temannya obelix - p1 = ‘a’ = 0 → c1 = E(0) = (0 + 3) mod 26 = 3 = ‘D’ - p2 = ‘w’ = 22 → c...

Contoh Simulasi Berbasis Software Powersim oleh Abyan Muhammad Yassar PDS5B23

 Assalamualaikum Wr. Wb Nama : Abyan Muhammad Yassar NIM : 2103015102 Mata Kuliah Pemodelan dan Simulasi Contoh Simulasi Berbasis Softaware Powersim Perangkat Lunak Simulasi Untuk melakukan simulasi dari sebuah model, diperlukan perangkat lunak (software) yang secara cepat dapat melihat perilaku dari model yang telah dibuat. Ada berbagai macam perangkat lunak yang dapat digunakan untuk keperluan ini, seperti Vensim, Dynamo, Ithink, Stella dan Power Simulation. Perangkat lunak simulasi memainkan peran penting dalam analisis dan pemodelan sistem kompleks. Dalam konteks simulasi berbasis perangkat lunak Powersim, ada beberapa pilihan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membantu memahami perilaku model yang telah dibuat. Salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan adalah Vensim, yang memungkinkan pengguna untuk membuat model dinamis berbasis sistem persamaan diferensial. Dynamo adalah perangkat lunak simulasi lainnya yang menawarkan kemampuan untuk memodelkan dan mensimula...

Tugas 7 [Dyass/2103015102] : Sistem Operasi

  Assalamualaikum Wr. Wb Nama : Abyan Muhammad Yassar NIM : 2103015102 Prodi : Teknik Informatika SISTEM BILANGAN DAN KODE Definisi sistem bilangan :  Bilangan ialah suatu jumlah dan suku-suku angka. Dimana tiap suku angka adalah merupakan hasil perkalian antara angka dengan hasil perpangkatan  dan bilangan dasar. Sistem Dasar Bilangan Sepuluh (Desimal) Yaitu sistem bilangan yang biasa kita pakai, dimana menggunakan kombinasi angka-angka dan not sampai  dengan sembilan. Sistem Bilangan Dasar Dua (Sistem Binair) Mempunyai bilangan dasar (base) = 2, karena hanya mengenal 2 notasi yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan dasar dua ini dibentuk dengan kombinasi dari dua notasi diatas. Digunakan untuk perhitungan didalam komputer. Sistem Dasar Bilangan Enam Belas (Sistem Heksadesimal) Mempunyai bilangan dasar (base) = 16. Kombinasi dari system bilangan heksadesimal ini dibentuk dari bilangan 0 sampai 9 dan abjad A sampai F. Sistem Dasar Bilangan Delapan (Sistem Okatadesimal) Mempun...