Langsung ke konten utama

Kriptografi dan Keamanan Informasi 4C oleh: Abyan Muhammad Yassar

Pengantar Kriptografi

        Kriptografi Merupakan kakas (tool) yang sangat penting di dalam keamanan informasi. dapat didefinisikan Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamanan informasi seperti kerahasiaan, integritas data, serta otentikasi (Menez, 1996). Kata cryptography berasal dari bahasa Yunani: cryptós (secret) gráphein (writing) Artinya “secret writing” Kriptografi: ilmu dan seni untuk menjaga keamanan pesan. (Schneier, 1996).

        Kriptografi juga diartikan dalam keamanan informasi, aman dalam artian, terjaga kerahasiannya(confidentiality) dan terjaga keasliannya(data integrity). Yakin pengirim pesan adalah asli (authentication), bukan pihak ketiga yang menyamar. Pengirim pesan tidak dapat menyangkal (non repudiation) telah mengirim pesan. 

Beberapa layanan kriptografi yaitu :

1. Kerahasiaan pesan (Confidentiality/privacy/secrecy) 

2. Keaslian pesan (Data integrity) 

3. Keaslian pengirim dan penerima pesan (Authentication) 

4. Anti penyangkalan (Non-repudiation).

        Adapun terminologi didalam kriptografi : Pesan: informasi yang dapat dibaca dan dimengerti maknanya (baik dipersepsi secara visual maupun audial) Nama lain: plainteks (plaintext), plain-image, plain-video, plain-video Rupa pesan: teks, gambar, musik, video, tabel, daftar belanja, gambar 3D. pengirim itu dinamakan sender dan penerima dinamakan receiver. Cipherteks (ciphertext): pesan yang telah disandikan sehingga tidak bermakna lagi. Tujuan: agar pesan tidak dapat dibaca oleh pihak yang tidak berhak. Nama lain: kriptogram (cryptogram). Enkripsi (encryption): proses menyandikan plainteks menjadi cipherteks. Nama lain: enciphering. Dekripsi (decryption): Proses mengembalikan cipherteks menjadi plainteks semula. Nama lain: deciphering

        Sejak zaman mesir kunopun kriptografi sudah ada, Bangsa Mesir 4000 tahun yang lalu menggunakan hieroglyph yang tidak standard untuk menulis pesan di dinding piramid. Di Yunani, kriptografi sudah digunakan 400 BC  Alat yang digunakan: scytale. Pada Abad ke-17, sejarah kriptografi pernah mencatat korban di Inggris.  Queen Mary of Scotland, dipancung setelah pesan rahasianya dari balik penjara (pesan terenkripsi yang isinya rencana membunuh Ratu Elizabeth I) pada Abad Pertengahan berhasil dipecahkan oleh Thomas Phelippes, seorang pemecah kode.

        Dan pada perang dunia II pemerintah nazi jerman membuat mesin enkripsi yang dinamakan enigma. Enigma cipher berhasil dipecahkan oleh pihak Sekutu. Keberhasilan memecahkan Enigma sering dikatakan sebagai faktor yang memperpendek perang dunia ke-2. Indonesia pun mempunyai lembaga terkait kriptografi diantaranya : 1. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) http://bssn.go.id Merupakan penggabungan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) dan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika), Kementerian Komunikasi dan Informatika 2. Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN) http://stsn-nci.ac.id/


Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah sebagaimana yang tertuang dalam https://onlinelearning.uhamka.ac.id/mod/assign/view.php?id=376415

Komentar: Source

        

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kriptografi dan Keamanan Informasi 4C oleh: Abyan Muhammad Yassar

Assalamualaikum Wr. Wb.   Kriptografi Klasik Cipher di dalam kriptografi klasik disusun oleh dua teknik dasar: 1. Teknik substitusi: mengganti huruf plainteks dengan huruf cipherteks 2. Teknik transpotasi: mengubah susunan/posisi huruf plainteks ke posisi lainnya Oleh karena itu, dikenal dengan dua macam chiper di dalam Kriptografi klasik: 1. Cipher Substitusi (Substitution Ciphers) 2. Cipher Transpotasi (Transposition Ciphers) Cipher Substitusi Contoh: Caesar Cipher, tiap huruf alfabet digeser 3 huruf ke kanan Contoh: - Plainteks: awasi asterix dan temannya obelix                  -  DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA Supaya lebih aman, cipherteks dikelompokkan ke dalam kelompok n-huruf, misalnya kelompok 4-huruf: Semula: DZDVL DVWHULA GDQ WHPDQQBA REHOLA  Menjadi: DZDV LDVW HULA GDQW HPDQ QBAR EHOL A Plainteks: awasi asterix dan temannya obelix - p1 = ‘a’ = 0 → c1 = E(0) = (0 + 3) mod 26 = 3 = ‘D’ - p2 = ‘w’ = 22 → c...

Contoh Simulasi Berbasis Software Powersim oleh Abyan Muhammad Yassar PDS5B23

 Assalamualaikum Wr. Wb Nama : Abyan Muhammad Yassar NIM : 2103015102 Mata Kuliah Pemodelan dan Simulasi Contoh Simulasi Berbasis Softaware Powersim Perangkat Lunak Simulasi Untuk melakukan simulasi dari sebuah model, diperlukan perangkat lunak (software) yang secara cepat dapat melihat perilaku dari model yang telah dibuat. Ada berbagai macam perangkat lunak yang dapat digunakan untuk keperluan ini, seperti Vensim, Dynamo, Ithink, Stella dan Power Simulation. Perangkat lunak simulasi memainkan peran penting dalam analisis dan pemodelan sistem kompleks. Dalam konteks simulasi berbasis perangkat lunak Powersim, ada beberapa pilihan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membantu memahami perilaku model yang telah dibuat. Salah satu perangkat lunak yang dapat digunakan adalah Vensim, yang memungkinkan pengguna untuk membuat model dinamis berbasis sistem persamaan diferensial. Dynamo adalah perangkat lunak simulasi lainnya yang menawarkan kemampuan untuk memodelkan dan mensimula...

Tugas 7 [Dyass/2103015102] : Sistem Operasi

  Assalamualaikum Wr. Wb Nama : Abyan Muhammad Yassar NIM : 2103015102 Prodi : Teknik Informatika SISTEM BILANGAN DAN KODE Definisi sistem bilangan :  Bilangan ialah suatu jumlah dan suku-suku angka. Dimana tiap suku angka adalah merupakan hasil perkalian antara angka dengan hasil perpangkatan  dan bilangan dasar. Sistem Dasar Bilangan Sepuluh (Desimal) Yaitu sistem bilangan yang biasa kita pakai, dimana menggunakan kombinasi angka-angka dan not sampai  dengan sembilan. Sistem Bilangan Dasar Dua (Sistem Binair) Mempunyai bilangan dasar (base) = 2, karena hanya mengenal 2 notasi yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan dasar dua ini dibentuk dengan kombinasi dari dua notasi diatas. Digunakan untuk perhitungan didalam komputer. Sistem Dasar Bilangan Enam Belas (Sistem Heksadesimal) Mempunyai bilangan dasar (base) = 16. Kombinasi dari system bilangan heksadesimal ini dibentuk dari bilangan 0 sampai 9 dan abjad A sampai F. Sistem Dasar Bilangan Delapan (Sistem Okatadesimal) Mempun...